SEMARANG – Jawa Tengah merupakan provinsi yang memiliki jumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) cukup banyak yaitu kurang lebih 5000-an BUMDES.  Akibat pandemic covid_19 hampir 80 persen unit usahanya terdampak alias mengalami penurunan omset. Saat ini tengah bangkit dari kevakuman pasca pandemic covid_19. Dua bulan terakhir ini semangat dan motivasi para pengurus bumdes tumbuh seiring dengan kepercayaan pemprov Jateng memberikan kepercayaan untuk meyediakan sembako bansos provinsi. Insan Mahmud atau yang akrab disapa Gus Insan Bumdes Jawa Tengah sebagai  Tenaga Ahli Madya Pengembangan Ekonomi Lokal  Kemendesa PDTT di Jawa Tengah menegaskan bahwa bumdes-bumdes tersebut akan di gerakkan kembali dengan berbagai program oleh Kemendesa PDTT dengan berbagai ikhtiar.

“Saat ini kami sedang lakukan proses registrasi bumdes melalui aplikasi bumdes secara online yang bisa di download melalui playstore” ungkap Gus Insan saat kami temui di Kantor KPW 4 Jawa Tengah.

“Dari pantauan kita per hari ini pukul 12.00 wib sudah 3.500 bumdes yang melakukan registrasi, dan selanjutnya bumdes yang sudah melakukan regsitrasi akan dilakukan pendampingan dengan tata cara new normal melalui upaya digitalisasi bumdes”, imbuhnya.

Disamping registrasi bumdes melalui aplikasi bumdes, fasilitasi yang dilakukan kemendesa PDTT adalah program-program peningkatan kapasitas melalui Bumdes Institute yang di gawangi oleh Direktorat PUED Kemendesa PDTT.

“Upaya digitalisasi bumdes selanjutnya adalah digitaliasi desa wisata dan juga produk unggulan desa (Prudes) serta Produk unggulan kawasan desa (Prukades), sehingga dimungkinkan muncul market place lokal atau regional, karena basis ekonomi masyarakat desa ada disitu”, pungkasnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *