Selama Covid-19, mulai bulan Maret, April dan seterusnya ternyata masih 10.629 BUMDes masih beraktifitas melakukan transaksi

JAKARTA (DesaJateng) – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, setidaknya masih ada puluhan ribu BUMDes yang masih beraktifitas atau melakukan transaksi selama masa pandemi Covid-19.

Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri menjelaskan, dengan adanya BUMDes di 368 Kabupaten/Kota di 33 Provinsi masih beroperasi tersebut ekonomi pedesaan terbilang stabil.

“Alhamdulillah selama Covid-19, mulai bulan Maret, April dan seterusnya ternyata masih 10.629 BUMDes masih beraktifitas melakukan transaksi,” ungkap Gus Menteri saat konferensi pers virtual soal registrasi BUMDes, Rabu (08/07/2020).

Puluhan ribu BUMDes tersebut bergerak di berbagai sektor unit usaha, mulai dari simpan pinjam, perdagangan, jasa pembayaran listrik, PAM Desa dan seterusnya. Adapun total transaksi selama kurun waktu tiga bulan terakhir mencapai Rp 308 miliar dengan total omset Rp 938 miliar.

Selain membantu ekonomi desa, puluhan ribu Bumdes yang masih bertahan beroperasi itu juga menyerap tenaga kerja. Jumlah pekerja yang masih bertahan selama Covid-19 di 10.629 BUMDes tersebut mencapai 58.026 orang.

“Itu artinya tiap-tiap BUMDes kurang lebih rata-rata masih mempekerjakan 5 orang. Dengan total transaksi dan omset segitu ini Insyaallah bagian dari ketahanan ekonomi desa melalui BUMDes,” kata Gus Menteri.

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya seperti, Kemendes PDTT melakukan revitalisasi BUMDes. Semua BUMDes diminta melakukan registrasi ulang dan akan diberikan pendampingan khusus untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Selain pendampingan khusus, nantinya, BUMDes-BUMDes tersebut akan diberikan fasilitas menuju BUMDes digital dan fasilitas kerjasama dengan market place dan offtaker seperti pelatihan produksi penyesuaian dengan pasar dan beberapa fasilitas lainnya.

“Pada hakikatnya, kita ingin membawa BUMDes ini menuju BUMDes digital, jadi target jangka panjangnya kesana,” ujar mantan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

KESIAPAN BUMDES JAWA TENGAH

Insan Mahmud selaku Tenaga Ahli Madya Pengembangan Ekonomi Lokal (TA PEL) Tenaga Pendamping Profesional Provinsi Jawa Tengah pada Kemendes PDTT dalam kesempatan terpisah mengemukakan apresiasinya terhadap program revitalisasi BUMDES ini. Dai juga menuturkan kesiapan BUMDES menghadapi new Normal menuju rebound ekonomi Desa.

TPP Jateng dibawah bidangnya setidaknya sudah melakukan sosialisasi new normal kepada pengurus BUMDES melalui TA PED Kabupaten dan Pemerintah Desa. “Kami mendorong penerapan protokol kesehatan desa sebagaimana sudah disampaikan Gus Menteri beberapa hari lalu dalam melakukan aktivitas usaha BUMDES. Selain itu juga mendampingi BUMDES dalam menjalankan usaha dengan memanfaatkan medsos dan market place. Kebetulan Kemendes juga menerbitkan beberapa panduan dan kursus online terkait market place ini, ini sangat membantu”, ujarnya.

“Kami memberikan apresiasi khusus kepada PW Ansor Jawa Tengah yang telah menggandeng UNDIP menyelenggarakan beberapa sesi pelatihan online. Karena sudah berkomitmen dengan kami untuk memberikan beberapa slot sesi pelatihan online-nya untuk tema-tema terkait BUMDES”

Insan Mahmud – (TA PEL Provinsi Jawa Tengah Kemendes PDTT)

Terkait pendataan registrasi BUMDES, per hari ini jam 19.00 wib dari 5.852 BUMDES sudah ada 4.329 atau 74% BUMDES Jateng yang melakukan registrasi online. Insan juga menyebutkan bahwa sisanya masih ada 1.523 atau 26% yang belum melakukan registrasi sedang on going process.

Kedepan TPP Jateng akan melakukan serangkaian kegiatan untuk peningkatan kapasitas BUMDES dengan mengadakan pelatihan online, webinar dan Bintek tematik bekerjasama dengan perguruan tinggi, ormas dan swasta. Juga sedang menyusun panduan praktis bagi pendamping desa, pengurus BUMDES, PEMDES agar lebih mudah memahami, mendirikan dan mengelola serta mengembangkan BUMDES, PRUDES dan PRUKADES.

Insan juga menyatakan, “Kami memberikan apresiasi khusus kepada PW Ansor Jawa Tengah yang telah menggandeng UNDIP menyelenggarakan beberapa sesi pelatihan online. Karena sudah berkomitmen dengan kami untuk memberikan beberapa slot sesi pelatihan online-nya untuk tema-tema terkait BUMDES”.

Di Jawa Tengah sendiri BUMDES yang banyak terdampak adalah BUMDES yang mempunyai usaha wisata, penyewaan, jasa transportasi dan perdagangan. BUMDES tersebut mulai menutup usahanya pada awal bulan April 2020. Dalam situasi pandemi seperti ini total Omset BUMDES yang semula 2.2 milyar per-bulan turun menjadi 1, 1 milyar per-bulan, jumlah tenaga kerja yang diberhentikan mencapai 750 orang.

“Kami sangat berharap Pemprov Jateng bisa serius mensinergikan program daerah dengan pengembangan BUMDES sebagai lokomotif ekonomi desa, PRUDES seperti wisata desa, kopi lokal, hasil pertanian masih bisa didorong menjadi pengungkit ekonomi Jawa tengah asalkan ada keseriusan Pemprov dalam memberdayakan BUMDES sebagai subyek dalam menggerakkan ekonomi desa”, pungkasnya.

(IM,DS)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *