Bogor – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang disapa Gus Menteri mengatakan, Pendamping Desa merupakan elemen penting dalam pembangunan maupun pemajuan desa.

Tegas Gus Menteri, keberadaan Pendamping Desa perlu terus ditingkatkan dengan diberikan nutrisi berupa pelatihan dan edukasi. Harapan Gus Menteri kapasitas para Pendamping Desa bisa melebihi tenaga pendamping dari lembaga dan kementerian lainnya.

“Saya ingin Pendamping Desa memiliki kapasitas yang di atas rata-rata pendamping dari Kementerian lain, maka ditingkatkan dengan diberikan nutrisi berupa pelatihan dan edukasi.” kata Gus Menteri saat membuka acara Training of Trainer (TOT) Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendamping Profesional di Hotel Salak Pajajaran Bogor Jawa Barat. Sabtu, 12/12/2020.

Gus Menteri menerangkan, hampir semua Kementerian dan lembaga negara memiliki tenaga pendamping, mulai dari Kemensos, Kemendes, Kemenag hingga BKKBN. Semua penyuluh atau pendampingan tersebut tugasnya langsung menyentuh warga desa.

Pendamping Desa, sebagai tenaga yang punya wilayah harus peka, mampu memetakan potensi Desa bahkan masalah-masalah yang sedang dihadapi warga dampingannya, termasuk persoalan kebudayaan yakni adaptasi kebiasaan baru dan kesehatan. Terang Gus Menteri.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan pendamping desa se Indonesia tersebut berlangsung selama enam hari, Sabtu – Kamis, 12-17 Desember, menyajikan menu-nutrisi terkait peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional, seperti Citra diri, Analisis sosial, Sistem Informasi Desa, Jurnalisme desa, SDGS Desa dan mekanisme tugas pelaporan kegiatan lapangan/harian pendampingan.

Gus Menteri berharap dengan Pendamping Desa yang kualifaid, dapat mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai bank data informasi Desa yang update dan berkelanjutan, sehingga bisa menyajikan wajah dan prototipe seluruh desa di Indonesia.

SID tersebut di atas juga dapat digunakan oleh semua lembaga dan kementerian sebagai referensi kebijakan. Pendamping Desa cukup menyajikan data kepada kementerian dan lembaga terkait apabila ada persoalan desa yang harus segera ditangani.

“Dengan demikian, tidak ada overlapping intervensi dalam konteks percepatan pembangunan desa antara satu Kementerian dengan lainnya,” pungkasnya. (gus iha)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *